MEDAN | radarsumut :
Dalam rangka peninjauan sarana dan prasarana yang dimiliki dan dibutuhkan oleh pos SAR Tanjungbalai .
Komisi E DPRD Sumut bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan kantor Pencarian dan pertolongan (SAR) Medan ke pos pencarian dan pertolongan (SAR) kunjungan kerja ke Tanjung balai , Jumat (1/04).
Kunjungan yang dihadiri ketua komisi E (Dimas triadji) beserta rombongan DPRD sumut komisi E (M, Aulia Rizqi),(Drs, Penyabar Nakhe),(dr,Hariyanto),(dr,Mustafa kamil) dan juga perwakilan dari BPBD sumut , Kabid penanganan darurat , peralatan dan logistik (fahri azhari) kegiatan ini diawali dengan peninjauan alat-alat yang tersedia di pos SAR tanjung balai , dimana dalam kesempatan ini kepala kantor SAR Medan, Toto Mulyono SE menyampaikan Kurangnya personil yang dimiliki oleh pos SAR Tanjungbalai dimana saat ini personil yang tersedia hanya berjumlah 8 orang dan sangat berpengaruh dalam tanggapnya proses evakuasi dimana saat adanya evakuasi personil yang siap bersiaga di pos sudah tidak ada lagi, ucap Kepala Kantor SAR Medan .
Kepala kantor SAR Medan juga menambahkan harapan dari pertemuan ini ialah kepala pemerintah Kabupaten/ Kota dan Provinsi dapat membantu segala kekurangan sarana dan prasarana yang kami punya seperti kendaraan operasional dan beberapa alat yang tidak lengkap, ujarnya.
Dalam hal ini kepala Komisi E DPRD sumut (Dimas triadji) langsung menanggapi hal-hal yang disampaikan kepala kantor SAR Medan Dimana tujuan kedatangan ialah untuk meninjau langsung apa saja yang diperlukan oleh Basarnas , dan kami dari pihak pemerintah terkait berusaha membantu untuk bisa selalu bersinergi dengan BPBD ,BASARNAS dan pihak lainya termasuk peran masyarakat itu sendiri “ ujar Ketua komisi E DPRD Sumut.
BPBD Sumut sendiri sedang membuat zona-zona yang bersinergi dengan kabupaten kita agar setiap zona akan disediakan satgas dan seluruh peralatan lengkap dan akak dibagi dibeberapa zona tentu juga dengan melibatkan TNI/POLRI.
Dan program tambahan juga untuk seluruh Bupati dan Walikota akan menjalin bentuk kerja sama , dalam penanggulangan saat terjadi bencana di satu daerah yang terkait untuk biaya operasional dan lainnya Walikota dan Bupati akan berkerja sama dalam menanggulanginya dan program ini masih dibentuk semoga ditahun 2023 sudah bisa berjalan” ungkap Fahri Azhari.
Kegiatan hari ini di akhiri dengan peninjauan kapal rescue boat basarnas di dermaga bagan Asahan yang dilanjutkan dengan penerangan mekanisme operasi kapal , dan sistem kerja kapal terakhir ditutup dengan foto bersama . (Tim/radarsumut)
