![]() |
| Sapta Purba bersama warga usia rapat bersama Kades Damak Galugur. Warga mengeluhkan aliran dana Desa oleh Kades. (Ft : ist/Gibson) |
SERGAI | radarsumut :
Program Presiden RI Joko Widodo untuk membangun pedesaan nampaknya belum sepenuhnya direalisasikan oleh Kepala Desa Damak Galugur Kec. Silindak Kab. Serdang Bedagai berinisial MS. Pasalnya, warga mengeluh Kades mempergunakan dana Desa dengan suka-suka. Hal inilah yang membuat warga tingkat warga menurun.
Kekecewaan warga diwakilkan oleh Sabtu Purba. Dia menjelaskan bahwa semenjak kepemimpinan Kades MS, banyak warga yang 'menjerit'. Programnya jauh dari nalar. Bahkan, dana Desa dipakainya suka-suka. Seperti
Bangunan learning parit dari desa Huta Galuh tidak ada gunanya, tim TPK dikordinir langsung oleh Kasi dan Kaur, tim sebelas ditiadakan, Anggaran Tahun 2022 sudah ditarik sebesar 40 persen. Bahkan tidak pernah rapat BPD. "Padahal itu sangat diperlukan untuk membuat rancangan pembangunan desa kami,"ujarnya kepada wartawan, Selasa (12/4).
Purba menuturkan ulah Kades tersebut sudah sangat meresahkan warga. Bagaimana desa kami mau maju bila di 'tubuh'kami sudah tidak sejalan lagi. Kami tidak pernah dilibatkan untuk berdiskusi perihal desa. Padahal kami perangkat desa. Setiap kami tanyakan perihal desa, kami disuruh menanyakan langsung ke Kabupaten. Sementara dia adalah kepala desanya. Hal-hal seperti inilah yang membuat kami harus 'berteriak'. Kami menceritakan ini karena kami tidak mau desa kami tertinggal. "Kami hanya minta desa dibangun dan Kades tidak suka -suka mempergunakan dana Desa,"tandasnya usai rapat.
Sementara itu, Kades Damak Galugur, MS membantahnya. Bagi warga lain Pembangunan parit itu berguna. Dan, semua anggaran kita gunakan dengan baik. "Menurut mereka tidak berguna, tapi menurut warga lain berguna,"pungkasnya saat dihubungi wartawan dari Polda Sumut.
Ditanya soal anggaran 40 persen yang diambil, Kades membenarkannya namun dananya masih dipegangnya untuk pekerjaan desa. " Benar. Tapi dananya masih kami pegang,"tandasnya.
![]() |
Forkom LSM Bersatu, Ketua LSM STRATEGI Deli Serdang, Indra. |
Terpisah, Forkom LSM Bersatu,
Ketua LSM STRATEGI Deli Serdang, Indra mengatakan akan mengawal laporan warga ini. Apalagi, Kades sangat berperan dalam pembangunan desa. "Anggaran Desa harus diperuntukkan untuk pembangunan desa, bukan suka-suka,"tegasnya.
Indra juga akan melaporkan keluhan warga ini ke Polda Sumut, agar Polda melakukan kroscek ke Desa Damak Galugur. "Anggaran Desa harus kita kawal, itu uang rakyat, bukan uang Kades,"ujarnya. (Bersambung/ Gibson Simanjuntak).

