-->
News

Anak-anak Ramaikan Judi di Namorambe dan Sibiru-biru

Sebarkan:

Tokoh Agama dan masyarakat mendatangi lokasi Judi Tembak Ikan. 

Deliserdang | radarsumut : 

  Maraknya judi di Kecamatan Biru-biru dan Namorambe membuat resah masyarakat. Mirisnya, Anak-anak sudah mulai terkontaminasi dengan permainan judi tembak ikan. Kali ini, tokoh agama mendatangi lokasi perjudian di Kecamatan Namorambe dan Kecamatan Biru-biru. 

  Beberapa lokasi antaranya Desa Rumah Gerat, Selamat, Sidodadi dan Sarilaba Jahe Kec Biru-biru dan Desa Delitua,  Namorambe dan Tangkahan, Kec.  Namorambe.

 Menanggapi perjudian ini, Kapolresta Deliserdang Kombes Irsan Sinuhaji menegaskan Sudah berulang kali memerintahkan jajarannya untuk menutupnya. 

 "Terimakasih, saya sudah berulang kali sampaikan ke Kapolsek setempat supaya tidak ada lokasi perjudian mesin tembak ikan, karena hal ini merupakan atensi saya,"ujar Kapolresta Deliserdang kepada wartawan saat dikonfirmasi melalui pesan Whats app, Sabtu (28/5/2022).

 Terpisah, hingga saat ini belum ada terlihat upaya dari Polsek Namorambe dan Biru-biru untuk menindak dan menutup lokasi judi tembak ikan di Kecamatan Biru-biru dan Namorambe.

 Dilokasi itu masih banyak mesin tembak ikan dimainkan secara terang-terangan dengan aman terkendali seolah sudah kebal hukum.

 Sedangkan di kecamatan biru-biru, tokoh agama (Toma) tampaknya semakin geram, beberapa hari lalu mereka kemudian secara beramai-ramai langsung mendatangi salah satu lokasi tembak ikan berada di Desa Candirejo, Kec Biru-biru.

 Dilokasi, mereka mendapati beberapa orang sedang duduk dan saat asik bermain judi tembak ikan. Lalu mereka minta kepada penjaga permainan dihentikan dan menutup judi ini, jika tidak akan memecahkan mesin laknat tersebut.

 Menurut salah seorang tokoh agama DT,  itu mesin judi seperti ini harus dimusnahkan karena banyak mengakibatkan dampak-dampak negatif bagi masyarakat.

 Apalagi dalam keadaan new normal ditengah pendemi virus covid 19 (Corona) ini akan membahayakan masyarakat yang lain. Karena dalam lokasi itu terjadi kerumunan orang tanpa mentaati protokol kesehatan (prokes).

 Selain itu, permainan judi ini sangat membahayakan anak-anak bangsa yang terkontaminasi dengan permainan judi tersebut,"tegasnya. (Trg)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini