![]() |
| Puluhan warga mendatangi Cabjari Pancurbatu mendesak Jaksa menindaklanjutin laporan soal proyek penyaluran air bersih Tahun 2019. (Ft :Tarigan) |
Pancurbatu | radarsumut :
Puluhan warga Desa Betimus Baru, Keamatan. Sibolangit, Kabupaten. Deli Serdang, Sumatera Utara Geruduk kantor cabang Kejaksaan Pancurbatu, Rabu (18/5) siang.
Mereka meminta agar Kejaksaan segera menindakkanjuti laporan warga soal proyek penyaluran air bersih dikerjakan sejak tahun 2019 tidak kunjung rampung hingga 2022 sehingga belum dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Karena itu warga merasa resah, terlebih lagi selama ini warga didesa itu sangat membutuhkan air bersih.
"Mengenai proyek air bersih ini kami menduga banyak pelanggaran terjadi disana, salah satunya pipa digunakan mengalirkan air itu tidak sesuai dengan aturan, " teriak warga depan kantor kejaksaan.
Disamping proyek air bersih, warga juga meminta Kejaksaan memeriksa seluruh proyek di Desa Betimys Baru. Setelah beberapa menit berorasi warga yang membawa sejumlah sepanduk bertuliskan mosi tak percaya langsung ditemui Kepala Kejaksaan Cabang Pancurbatu, Mhd. Husairi.
Didamping pihak Pancurbatu, Husairi menjelaskan kepada perwakilan warga laporan warga sudah disampaikan kepada Kejaksaan beberapa waktu lalu. "Laporan warga dikepolisian beberapa waktu lalu, sudah kami (kejaksaan) terima dan masih kami pelajari, kami harap warga bersabar," kata Husairi.
Sementara, kepada wartawan warga menjelaskan bahwa mereka sejak lama menunggu kerampungan proyek air bersih mengalir ke rumah warga.
"Yah pak, sudah lama kali kami kesulitan dapat air bersih ini. Kalau mau air bersih, kami harus berjalan kaki ke lokasi hutan," ujar warga.
Sedangkan kalau mambeli air bersih terbilang mahal, Rp 6 ribu pergalon, sementara kebutuhan warga tiga galon perhari, artinya warga harus mengocek uang Rp 18 ribu untuk membeli tiga galon setiap hari.
Sebelum puluhan warga meninggalkan lokasi Kejaksaan Cabang Pancurbatu tersebut, warga sempat berorasi meminta bantuan kepada President RI. "Tolong kami pak jaksa, tolong kami pak Jokowi, kami masyarakat kecil. Kami butuh air bersih. Belum lagi mengenai jalan di desa kami,"teriak warga. (trg/Gibson Simanjuntak).
