![]() |
| Tersangka SK beserta Barang bukti. |
Deliserdang| radarsumut:
Lagi, Satuan Reserse Narkoba (Sat Res Narkoba) Polresta Deli Serdang berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana narkotika jenis sabu di Dusun II, Desa Rantau Panjang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (23/6/2026) sore.
Petugas mengamankan seorang pria berinisial SK alias K (35) beserta barang bukti berupa empat plastik klip transparan ukuran kecil berisi diduga narkotika jenis sabu dengan berat kotor 1,51 gram, satu blok plastik klip transparan, satu alat hisap sabu, serta satu plastik klip transparan ukuran sedang dalam keadaan kosong.
Kapolresta Deli Serdang Kombes Hendria Lesmana melalui Kasat Res Narkoba Polresta Deli Serdang Kompol Dr. Ferry Kusnadi menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi Masyarakat yang diterima personel Subnit I Unit II Sat Res Narkoba Polresta Deli Serdang terkait adanya seorang laki-laki yang diduga menyimpan, memiliki, dan menguasai narkotika jenis sabu di Dusun II, Desa Rantau Panjang, Kecamatan Pantai Labu.
“Personel langsung melakukan penyelidikan ke lokasi,” ujar Kompol Dr. Ferry Kusnadi, Rabu (24/6/2026).
Sekira pukul 17.00 WIB, personel tiba di lokasi dan mendapati seorang laki-laki sedang berdiri di tempat yang dimaksud. Petugas kemudian melakukan tindakan kepolisian terhadap pria tersebut.
“Pada saat dilakukan tindakan kepolisian, petugas menemukan satu plastik klip transparan ukuran sedang yang di dalamnya terdapat empat plastik klip transparan ukuran kecil berisi diduga narkotika jenis sabu dengan berat kotor 1,51 gram serta satu blok plastik klip transparan. Barang bukti tersebut ditemukan di dekat terduga pelaku dan diduga sempat dibuang olehnya. Selain itu, petugas juga menemukan satu alat hisap sabu yang berada di atas tanah tidak jauh dari lokasi terduga pelaku,” jelasnya.
"Pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 114 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (1) huruf a UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, dengan ancaman pidana paling lama 12 tahun penjara,"tegasnya. (jun)
