-->
News

Bupati Deliserdang Gratiskan Peminjaman Alsintan, Petani Bisa Hemat Rp1 Juta

Sebarkan:

 

Pengolahan Lahan dan penanaman Padi di Desa Wonosari.(Disk) 

Deliserdang| radarsumut: 

Petani di Kabupaten Deli Serdang berpeluang menghemat biaya pengolahan lahan hingga Rp1 juta per hektare dalam dua musim tanam. Penghematan ini dapat diperoleh melalui pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) milik pemerintah daerah yang digunakan dengan biaya lebih ringan.

Dalam dialog bersama petani usai melihat pengolahan lahan dan penanaman padi di Desa Wonosari, Selasa (3/11/2026), Bupati Asri Ludin Tambunan menjelaskan bahwa pemanfaatan alsintan milik UPT dapat membantu petani mengurangi biaya pengolahan lahan. Berdasarkan pengakuan petani, biaya sewa satu alat bisa mencapai Rp35 ribu per rantai termasuk biaya bahan bakar sekitar Rp10 ribu dan operator Rp5 ribu. Sementara dengan menggunakan alsintan UPT, petani cukup menanggung biaya bahan bakar dan operator. Dengan demikian, terdapat penghematan sekitar Rp20 ribu untuk setiap rantai lahan yang diolah.

“Kalau petani mengelola lima rantai, berarti ada Rp100 ribu yang bisa dihemat dalam satu musim tanam. Kalau tadi punya 10 rantai Rp200 ribu dong, kalau per hektare bisa Rp500 ribu dan masih satu kali tanam. Uang itu bisa disimpan untuk membeli pupuk, insektisida, atau memenuhi kebutuhan keluarga lainnya,” jelasnya.

Saat ini, alsintan dari Dinas Pertanian yang sebelumnya telah diserahkan kepada UPT Wilayah V Tanjung Morawa terdiri dari satu unit traktor roda empat, dua unit traktor roda dua, dan dua unit cultivator. Menurutnya, peningkatan keuntungan petani tidak boleh hanya bergantung pada tinggi rendahnya harga jual hasil panen. Pemerintah daerah juga harus hadir membantu mengurangi biaya yang dikeluarkan petani sejak proses pengolahan lahan.

“Kami ingin mengetahui berapa besar penghematan dan pertambahan pendapatan petani dari bantuan alat yang ditempatkan di 11 UPT. Tugas pemerintah adalah bagaimana biaya yang dikeluarkan petani semakin hari semakin berkurang, sehingga keuntungan mereka semakin bertambah,” tegasnya.

Bupati menegaskan, Pemkab Deli Serdang bersedia terus melengkapi kebutuhan alsintan secara bertahap agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan merata oleh petani. Penambahan sarana pertanian akan diarahkan untuk mengurangi keterbatasan alat di lapangan, sehingga petani semakin mudah mengakses fasilitas pengolahan lahan tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Ia juga meminta agar kebutuhan dan kendala yang dihadapi petani disampaikan secara terperinci, sehingga pemerintah daerah dapat memetakan kebutuhan alsintan dan menentukan dukungan yang diperlukan.

“Kita ingin petani semakin mudah mendapatkan akses terhadap alat pertanian. Kalau masih ada kekurangan, sampaikan apa yang dibutuhkan. Pemerintah akan berupaya melengkapi secara bertahap agar semakin banyak petani yang terbantu dan manfaatnya bisa dirasakan secara merata,” tegasnya.

“Kita ingin setiap jengkal tanah bisa menghasilkan. Kalau masyarakat mau menanam, silakan ajukan bibit kepada pemerintah. Hasilnya nanti bisa kita dorong untuk dibeli melalui BUMDes. Kita ingin pertanian menjadi usaha yang benar-benar bisa menghidupi keluarga, bukan sekadar pekerjaan sampingan,” ujarnya.

Dalam dialog tersebut, perwakilan Brigade Pangan Sejahtera, Sunario, menyampaikan bahwa kelompoknya telah terpilih sebagai salah satu Brigade Pangan Model yang mewakili Sumatera Utara. Ia juga menyampaikan kebutuhan tambahan alsintan berupa rotavator untuk mengoptimalkan pengolahan lahan yang lebih dalam. (**)


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini