News

Karantina Belawan Menggelar Kolaborasi Humaser, Media dan UMKM Sumut

Sebarkan:

 

Balai Karantina Pertanian Belawan Menggelar Kegiatan Humas Q- Belawan dengan tema 'Go Export Milenial dan UMKM Sumut' di Pos Bloc jalan Pos, Kec. Medan Barat. 
MEDAN| radarsumut: 


 Balai Karantina Pertanian Belawan Menggelar Kegiatan Humas Q- Belawan dengan tema 'Go Export Milenial dan UMKM Sumut' di Pos Bloc jalan Pos, Kec. Medan Barat, Minggu (16/4) sore. 

  Kegiatan ini untuk memacu Peningkatan ekspor Sumut khusus exportir Milenial dan UMKM melalui media. 

 Kegiatan dihadiri oleh Jajaran Humas Karantina, Eksportir Milenial, pelaku UMKM dan media.  

  Kepala Karantina Pertanian Belawan Lenny Harahap mengatakan kegiatan ini adalah bentuk Kolaborasi Humas Q Belawan untuk memberikan edukasi bagaimana para Eksportir dan hasil UMKM diterima di mancanegara. Kegiatan sangat baik karena dihadiri oleh exportir muda dan pelaku UMKM Sumut yang selama ini kami bina. Jadi, kita yang hadir bisa saling diskusi bagaimana mengekspor dengan baik dan mendongkrak perekonomian. 

  " Karantina Belawan Tingkatkan Ekspor dengan Kolaborasi Humaser, Media dan  UMKM Sumut. Terimakasih kepada rekan -rekan media yang selama ini membantu pemberitaan kegiatan kami,"ujarnya. 

 Lenny juga menuturkan Untuk mendongkrak perekonomian Sumut, Karantina Pertanian Belawan menargetkan ekspor tiga kali lipat di Tahun 2023. Untuk itu, program terus dilakukan dari Hilir ke hulu. 
Karantina terus mendorong Eksportir agar trafik ekspor meningkat. Selain itu, mereka juga bergerak untuk membimbing petani dan Eksportir.

 " Kita memberikan penyuluhan bagaimana menghasilkan Ekspor terbaik dan diterima oleh negara lain,"tandasnya. 

 Untuk itu, Karantina Belawan terus mendorong produktivitas pertanian dan Holtikultura.  Sekarang kita dorong Holtikultura. Teranyar, Teh andaliman sudah menembus Jerman. Ini kabar baik bagi petani Teh. Ini menjadi penyemangat kita untuk terus membimbing agar hasil maksimal. Sedangkan Kopi peningkatan bertambah. 

 " Kita terus mendorong Exportir dan Petani. Kita juga memfasilitasi mereka  pengiriman ke luar negeri,"pungkasnya. 

 Untuk produk baru, Lenny menjelaskan saat ini produk Trafik kulit telur. Dan, tepung Larva. Larva Lalat yang diolah menjadi tepung ini merupakan komoditas sub sektor peternakan asal Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang baru pertama kalinya diekspor.
Selain bernilai ekonomis yang tinggi, larva lalat yang diolah menjadi tepung ini digunakan sebagai food additif untuk meningkatkan pertumbuhan, nutrisi, konversi pakan, dan kesehatan hewan, seperti anjing, kucing, ikan, udang, ayam, burung dan unggas lainnya. 

  "Ini sudah menembus pasar Amerika Serikat. Untuk mengetahui lebih banyak tentang export, Masyarakat juga bisa melihat di Klinik Export Q Karantina Pertanian Belawan. Disitu kita paparkan semuanya,"ungkapnya. 

 Kegiatan Humaser berlangsung sukses. Sebelum acara, seluruh peserta diajak  berolahraga yang dipandu oleh Pegawai Karantina Pertanian Belawan. Sesi tanya dijawab dengan baik oleh narasumber yang berkompeten. (Gib) 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini