![]() |
| Bupati Franc Bernhard Tumanggor menemui Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR RI, Dr. Ir. Roy Rizali Anwar di gedung Kementerian PUPR RI, Jakarta. |
Pakpak Bharat| radarsumut:
Kerja keras. Bahas Perbaikan dan peningkatan mutu dan kwalitas jalan Nasional di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat. Bupati Franc Bernhard Tumanggor menemui Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR RI, Dr. Ir. Roy Rizali Anwar di gedung Kementerian PUPR RI, Jakarta.
Bupati menguraikan kondisi jalan Nasional Sumut-Aceh melalui Kabupaten Pakpak Bharat saat ini.
Dijelaskannya, jalan nasional sepanjang 41 km yang melintasi kawasan pegunungan, tebing-tebing curam, serta tepian jurang dan sungai yang sangat ekstream dan berbahaya. Namun jalur vital ini memegang peran vital sebagai koridor konektivitas dan distribusi logistik utama di kawasan barat pulau Sumatera.
Jalur ini juga menjadi tulang punggung utama Ekonomi di empat Daerah, Subulussalam, Aceh Singkil, Aceh Selatan, dan Pakpak Bharat. Selain itu ada ratusan truk-truk pengangkut CPO dan hasil perkebunan lainnya yang melintasi jalan ini setiap hari.
"Sangat berbahaya dan rentan kecelakaan mengingan badan jalan yang ada saat ini sangat sempit, berkelok, minim drainase, apalagi dengan posisi yang persis di sisi sungai. Kami sangat berharap ada sebuah solusi untuk permasalahan ini dari Bapak-bapak sekalian," urai Franc dihadapan Dirjend Bina Marga.
Selain itu juga dibicarakan tindak lanjut peningkatan mutu dan kwalitas jalan penghubung Aornakan-Pagindar-Batas Aceh. Jalan utama yang menjadi tumpuan penggerak roda Ekonomi dan mobilitas bagi khususnya warga kecamatan Pagindar ini menjadi salah satu perioritas utama Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dibawah kepemimpinan Franc Bernhard Tumanggor.
Jalan ini sebenarnya bisa menjadi jalan pintas alternatif dari Sumut-Aceh melalui kota Salak, dimana jalan penghubung Pakpak Bharat-Dairi melalui Kuta Jungak sudah selesai dikerjakan. Jadi bisa memotong jarak dan waktu tempuh.
" Harapan kami kedepan jalan ini benar-benar bisa terselesaikan secepatnya, tentunya akan sangat membantu roda perekonomian bagi masyarakat kami juga pak, karena khusus kecamatan Pagindar ini adalah penghasil sawit, namun saat ini masyarakat kesulitan menjual hasil sawit mereka dikarenakan buruknya kondisi jalan ini,"jelas Bupati.
Mendengar usulan dari Bupati Pakpak Bharat ini, Dirjend Bina Marga, Dr. Ir Roy Rizali Anwar berjanji bahwa pihaknya akan mencari solusi terkait masalah ini.
"Kami sangat prihatin dengan kondisi yang dijelaskan bapak Bupati. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami bisa mendapatkan solusi yang tepat untuk masalah ini,"ucapnya.
Berikut usulan lengkap dari Bupati Pakpak Bharat kepada Dirjend Bina Marga terkait peningkatan mutu dan kwalitas infrastruktur jalan nasional di Kabupaten Pakpak Bharat diantaranyausulan lanjutan perbaikan jalan nasional dan pelebaran badan jalan menjadi 8 meter sepanjang 41 km dari batas Dairi hingga batas Kota Subussalam (7 km sudah terlaksana dari batas Dairi), penanganan titik-titik longsor sepanjang jalan ini, pembuatan barrier beton pengaman sepanjang jurang lae kombih untuk mengantisipasi kecelakaan lalulintas (8 km hingga batas Aceh), lanjutan konektifitas Aornakan-Pagindar-Batas Aceh. (*/Lin).
