![]() |
| Petugas membawa Pelaku Begal untuk mendapatkan Perawatan Medis. |
MEDAN | radarsumut:
DOR.......Kerja Cepat dan Tuntas. Tim MIT Jatanras Polda Sumut menangkap kawanan Begal yang beraksi di Angkot Morina trayek 81 melintas di Jalan KL Yos Sudarso, Keluruhan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, pada Selasa 7 April 2026 sekira Pukul 13.00 WIB.
Otak pelaku SLS yang merencanakan aksi pembegalan di dalam angkot serta membacok dan menganiaya para korban terpaksa ditembak karena menyerang Petugas sewaktu mencari barang bukti.
Aksi kejahatan yang terjadi di dalam angkot itu pun kemudian dilaporkan ke Mapolsek Medan Labuhan dengan bukti laporan Nomor: LP/B/326/IV/SPKT/ Unitreskrim/ Polsek Medan Labuhan/Polres Belawan/Polda Sumut.
Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto bersama Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Ricko Taruna Mauruh setelah menerima adanya laporan aksi begal di dalam angkot langsung menurunkan personel Mission Impossible Team (MIT) Jatanras Direktorat Reskrimum Polda Sumut yang dipimpin Kasubdit III Jatanras Kompol Jama Kita Purba.
Selanjutnya, personel bergerak melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi. Untuk ketiga korban bernama Juliana Pratiwi (23) warga Jalan Platina, Titipan, Erika Hasibuan (24) dan Nova Yanti Porman Tampubolon (21) warga Kecamatan Medan Labuhan.
"Ternyata aksi pembegalan di dalam angkot itu memang sudah direncanakan oleh EN (sopir) dan rekannya Sony Liston Siringoringo (SLS) alias Ringo," ujar Kombes Ricko, Jumat (15/5).
Lebih lanjut, ia mengungkapkan untuk pelaku Erikson Napitupulu ditangkap personel saat bersembunyi di Desa Siboro, Kecamatan Sianjur Mula Mula Kabupaten Samosir. Sedangkan pelaku Sony Liston Siringoringo alias Ringo diamankan di daerah Jambi, beberapa waktu lalu.
"Kedua pelaku usai diamankan kepada penyidik mengakui perbuatan sadis terhadap penumpangnya," ungkapnya bahwa aksi pembegalan itu dilakukan karena pelaku Sony tidak memiliki uang pergi ke Jambi.
"Terhadap pelaku SLS harus diberikan tindakan tegas terukur ditembak pada bagian kakinya karena berusaha menyerang anggota (polisi) saat mencari barang bukti senjata tajam," sebutnya.
Kasubdit III Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumut, Kompol Jama Kita Purba, menambahkan pelaku SLS merupakan otak pelaku yang merencanakan aksi pembegalan di dalam angkot serta membacok dan menganiaya para korban.
"Untuk pelaku EN merupakan residivis dan pelaku SLS DPO di Polrestabes Medan. Dari penangkapan itu disita barang bukti senjata tajam serta pakaian. Terhadap keduanya telah ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," pungkasnya.
Sementara itu terhadap ketiga penumpang angkot yang menjadi korban begal itu harus menjalani perawatan medis di rumah sakit setelah dibantu warga sekitar. (*/gib)
