![]() |
| Tabel Pengumuman. |
Deliserdang | radarsumut:
Yayasan Rumah Inspirasi Health and Education selaku panitia pelaksana sekaligus penanggungjawab Science Olympiad 2026 akan membagikan uang pembinaan peraih juara 1, 2 dan 3 dari 25 bidang yang diperlombakan. Diketahui, science olympiad tersebut telah sukses digelar pada Minggu 19 April lalu di SMAN 2 dan SMPN 2 Lubuk Pakam.
Hal diatas disampaikan Pembina Yayasan Rumah Inspirasi Health and Education dr. Sake Juli Martina, Sp.F.K, M.H.Kes, FISQua, selaku penanggungjawab kegiatan. Katanya, sehubungan dengan telah selesainya Deli Serdang Science Olympiad 2026 pada 19 April 2026 dan telah diumumkannya seluruh pemenang dari 25 bidang perlombaan, maka kami menyampaikan beberapa informasi penting:
Pertama: untuk daftar juara lengkap pemenang dapat diakses melalui link https://bit.ly/dsso_juara
Kedua: uang pembinaan juara 1, 2, dan 3 akan ditransfer (harap kirim data rekening sesuai ketentuan)
Ketiga: biaya transport guru pendamping juga akan ditransfer ke rekening masing-masing
Keempat: sertifikat peserta, guru pendamping, sertifikat sekolah peduli sains dan teknologi, dan kepala sekolah akan didistribusikan melalui Dinas Pendidikan
"Bagi yang belum menerima sertifikat dapat menghubungi panitia. Mohon seluruh peserta dan pemenang untuk membaca informasi dengan teliti agar tidak terjadi kesalahan administrasi," himbau dr. Sake Juli Martina, Sp.F.K, melalui media di Medan kemarin.
dr. Sake menjelaskan bahwa timnya juga telah mensosialisasikan informasi penting ini ke berbagai media sosial yang mereka kelola.
"Selain melalui media massa, informasi terkait diatas baik uang pembinaan, sertifikat, piagam dan pengganti transport guru sejak beberapa hari lalu sudah dishare ke beberapa media sosial yang kita kelola khususnya terkait Deli Serdang Science Olympiad 2026," tegasnya.
Sebelumnya, Yayasan Rumah Inspirasi Health and Education berkolaborasi dengan Pemkab Deli Serdang sukses menggelar Science Olympiad 2026. Sebanyak 6.520 pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA se-Kabupaten Deli Serdang mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 dan SMA Negeri 2 Lubuk Pakam, Minggu (19/4/2026).
Diketahui jumlah tersebut melampaui target awal yang ditetapkan sekitar 3.000 peserta. Ini menunjukkan semangat pelajar unjuk kemampuan akademik masih sangat tinggi.
Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan bersama Ketua TP PKK Deli Serdang Ny. Jelita Asri Ludin Tambunan menyampaikan Apresiasi atas tingginya antusiasme peserta dan menyebut kegiatan ini sebagai langkah baru dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan di Deli Serdang.
“Ini lompatan besar bagi dunia pendidikan Deli Serdang. Dalam lima sampai sepuluh tahun terakhir, kegiatan seperti ini belum pernah dilaksanakan. Antusiasme peserta yang melebihi target menunjukkan semangat luar biasa dari para siswa,” ujarnya saat menghadiri seremoni kegiatan di SMA Negeri 2 Lubuk Pakam.
Menurutnya, Science Olympiad bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana pemetaan kemampuan siswa, kualitas sekolah, serta evaluasi pembinaan tenaga pendidik.
“Melalui kegiatan ini kita ingin melihat potensi siswa, sekaligus mendorong sekolah dan guru lebih serius membina peserta didik. Ini langkah awal perbaikan pendidikan ke depan,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang memiliki sekitar 1.000 beasiswa bagi siswa berprestasi. Pemberian beasiswa tidak hanya berdasarkan capaian akademik dan kondisi ekonomi, tetapi juga memperhatikan bakat serta talenta siswa.
“Saya harap ini bisa jadi motivasi bagi anak-anak kami untuk berprestasi di bidang yang kami harapkan mampu membuatnya menjadi pribadi lebih baik ke depannya. Salah satu kuncinya adalah membangun kepercayaan diri anak-anak kita agar mampu bersaing,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyoroti pelaksanaan perdana Science Olympiad 2026 sekaligus menjadikan bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ke depan. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai agenda rutin daerah.
“Karena pelaksanaan ini perdana, saya anggap menjadi mapping untuk perbaikan selanjutnya. Saya harap minimal dua kali setahun bisa diadakan,” ujarnya sembari mengingatkan pentingnya integritas dalam dunia pendidikan dan meminta seluruh kepala sekolah fokus pada peningkatan mutu belajar mengajar. (*)
