News

Follow Up Vaksin Kosong, Poldasu Periksa 13 Saksi

Sebarkan:


Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi. (Ist/gibson simanjuntak)

MEDAN/radarsumut : 

 Agar kordinasi cepat, Polda Sumut menarik kasus vaksinasi kosong kepada dua siswi sekolah dasar (SD) Wahidin di Labuhandeli untuk dilakukan penyidikan lebih mendalam.

  "Saat ini penyidik telah memeriksa 13 saksi, di antaranya dua anak diduga korban vaksinasi kosong dan orang tuanya,"ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, Senin (24/1)pagi di ruangannya. 

   Sebelumnya, kasus itu ditangani Polres Belawan. Namun untuk lebih mendalami dan memudahkan koordinasi penyidikan, maka kasus itu diambilalih Poldasu. "Saat ini masih dilakukan pengembangan dan pendalaman kasus," pungkasnya. 

  Hadi menjelaskan pendalaman dilakukan penyidik, termasuk mengaudit jumlah vaksin dan vaksin yang digunakan, pencapain vaksinasi (target) dan lainnya dengan melibatkan Dinas Kesehatan Sumut, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan saksi ahli.

 Mengenai motif pelaku menyuntikkan vaksin kosong kepada siswi SD tersebut, Hadi Wahyudi mengaku hal itu juga masih dalam penyidikan. "Belum penetapan tersangka,"tandasnya. 

  Diketahui, Kasus ini mencuat setelah video penyuntikan vaksin kosong kepada seorang siswa SD Wahidin viral di media sosial (medsos). Polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan memanggil dan memeriksa dua tenaga kesehatan yang melakukan penyuntikan vaksin, yakni G dan Wa. Keduanya merupakan dokter di RS Delima Martubung.
Video tersebut direkam saat pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 di SD Wahidin Medan Labuhan, Senin (17/1) yang digelar Polsek Medan Labuhan Polres Labuhan Belawan bekerjasama dengan RS Delima Martubung. (Gibson Simanjuntak) 
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini