![]() |
| Audiensi Pengurus Forkala di Balai Kota Medan. |
Medan| radarsumut:
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, mendorong Forum Komunikasi Antar Lembaga Adat (Forkala) Kota Medan untuk memperkuat perannya dalam menjaga keberagaman dan kelestarian budaya lokal.
Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi dari pengurus Forkala di Balai Kota Medan, Jumat (11/9/2026).
Dalam pertemuan itu, Rico menekankan pentingnya merawat keberagaman dan kelestarian budaya lokal. Jangan sampai masyarakat khususnya generasi muda sampai lupa akan budayanya sebagai suatu identitas.
"Kita jangan sampai kehilangan identitas. Budaya harus terus dilestarikan dan kita harus bangga dengan warisan tradisi kita,”ucapnya didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Ahmad Barli Mulia Nasution dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan M. Odi Anggia Batubara.
Guna mengantisipasi krisis identitas budaya di kalangan generasi muda, Rico Waas memiliki sejumlah gagasan konkret diantaranya mendorong pengenalan bahasa daerah bagi siswa sekolah dasar dan menengah.
"Cukup 15 menit setiap hari sebelum jam pelajaran dimulai sebagai pembiasaan konsisten,"Tandasnya.
Selain itu, ia juga meminta agar event Car Free Night (CFN) dapat menjadi panggung megah dalam memperkenalkan kekayaan budaya yang dimiliki kota Medan.
"Saya ingin mengonsepkan area Kesawan itu sebagai malam kebudayaan nusantara yang menyajikan pertunjukan seni, kuliner khas adat, hingga permainan olahraga tradisional interaktif bagi pengunjung,"pungkasnya.
Rico menyadari, tantangan kedepan sangat berbeda jauh. Maka dari itu orang nomor satu di Pemko Medan itu ingin Forkala berperan aktif merangkul generasi muda agar tidak lupa dengan kekayaan budayanya.
Sebelumnya Ketua Forkala Kota Medan, Dato Seri Adil Freddy Haberham, menyampaikan laporan capaian kinerja pengurus jelang akhir masa bakti pada 6 Oktober 2026 mendatang.
Selama kepengurusannya, Forkala telah aktif menggelar pentas kebudayaan, mengikuti serta menyelenggaraan Festival Keraton Nusantara, menerbitkan buku budaya, hingga menyusun usulan kurikulum kebudayaan. (jun)
